Itulah judul dari salah satu artikel dalam rubrik Sajian Utama majalah SWA Sembada no 26/XXV/4 terbitan 17 Desember 2008 yang baru saja saya baca. Dalam artikel ini, dipaparkan analisis dan hasil survey majalah tersebut mengenai profil seorang marketer yang dibutuhkan perusahaan di jaman sekarang.
Dalam artikel ini, dibahas mengenai perilaku marketer atau pemasar di jaman yang serba canggih. Dengan derasnya arus media sosial, blog, milis, pasar dinamis, pemasar seperti apa yang dibutuhkan.
Disini diceritakan pula mengenai kebiasaan mereka yang berkecimpung dalam dunia pemasaran. Ada yang diceritakan kesibukannya yang tak henti karena daerah tanggung jawabnya adalah ASEAN. Hal ini mengharuskannya siap sedia 24/7 jika pekerjaan memerlukannya. Ada pula yang saking sibuknya sampai ia bangun pagi jam5 pagi, tancap gas menuju kantor pukul 5.30, olahraga selama 1 jam lalu sarapan, lalu membaca laporan kantor cabang sebelum pukul 8. Aktivitas hari itu berhenti di pukul 21.00.
Secara umum dan singkat, berikut diberikan kriteria pemasar versi 2.0(dikutip dari SWA Sembada edisi 26/XXV/4 hal 34)
* Sangat bergantung pada notebook dan smartphone. Optimal dalam penggunaan kedua gadget tersebut.
* Bergabung secara intens dengan komunitas media online.
* Mobilitas tinggi, baik di dalam maupun diluar negeri.
* Punya pergaulan dan jaringan global.
* Haus informasi dan pengetahuan baru
* Memiliki blog atau website pribadi
* Terampil dan aktif melakukan riset untuk pengembangan bisnis, karir dan personal branding
* Bekerja tak kenal hari kerja atau hari pekan
* Aktif dan inovatif dalam mencari dan menerapkan terobosan-terobosan pemasaran.
Adapun beberapa tambahan dari menyimpulkan hasil survey yang dilakukan SWA, bahwa pemasar generasi baru ini :
* Mengecek email kebanyakan lebih dari 30 kali dalam sehari (bisa menggunakan fasilitas push email, misalnya).
* Mengikuti milis pemasaran
* Meng-update blog setiap 3minggu sampai sebulan sekali.
* Memiliki komunitas/jejaring online macam friendster, facebook, dan myspace
* Bekerja tak memilih lokasi. Kebanyakan bekerja, baik diluar maupun didalam kantor
* Selalu meng-update ide bisnis baru dan karir, baik dengan browsing di internet, membaca buku-buku pemasaran, mengikuti lokakarya/seminar baik dalam maupun luar negeri, ataupun hanya mengikuti milis
* Dan sering mempresentasikan ide/konsepnya pada orang lain.
Keterlibatan seorang pemasar diluar pekerjaannya yang seabrek dalam kegiatan-kegiatan ataupun mengikuti komunitas seperti motor gede, mobil, kuliner dipercaya sebagai cara mendapatkan ide-ide kreatif dan meneliti sudut pandang orang-orang dalam komunitas tersebut. Jadi, pemasar bukanlah pekerja kantor belaka yang kerja-pulang pukul 8-5 senin sampai jumat. Pemasar jaman sekarang pun harus mau sesekali melihat kondisi pasar yang sebenarnya dengan turun ke lapangan. Dan juga punya mental baja yang tahan penolakan, karena memasarkan produk tidak semudah menyuruh (calon) pelanggan untuk membeli produk yang ditawarkan. Apalagi menjadi pelanggan setia. Dunia seorang pemasar memanglah sangat dinamis.
Kedinamisan dunia pemasaran ini membuat banyak kaum muda seperti tersihir untuk terjun ke bidang ini karena menjanjika karir cerah dan penghasilan bagus (SWA Sembada edisi 26/XXV/4 hal 30:Profesi yang Kian Basah). Namun kaum muda pun harus memiliki modal seperti yang telah disebutkan diatas. Walaupun mungkin dapat dibayangkan beratnya jalan yang akan dilalui, majalah ini menyebutkan bahwa para peserta Young Marketer Award yang diselenggarakan oleh SWA bekerja sama dengan MarkPlus dan Indonesia Marketing Association ini pun rata-rata belajar pemasaran justru setelah memasuki dunia kerja. Jadi, peluang menjadi pemasar pun besar apapun latar pendidikannya. Hanya tinggal menyiapkan diri sendiri untuk menjawab tantangan sebagai pemasar.
Kenapa penulis membuat artikel ini? Ada beberapa hal yang mendasari penulis menuliskan hal ini. Pertama, karena isi artikel majalah SWA yang menarik, dinamis, menantang membuat penulis dapat menghabiskan hampir semua(termasuk iklan) materi majalah dalam 2 hari(efektif 4 jam). Dunia bisnis memang sangat dinamis. Agak bertolak belakang dengan kehidupan penulis yang agak monoton. Setelah membaca majalah tersebut, serasa kita bisa menggenggam dunia dengan kemampuan sendiri. Penulis juga berkeinginan untuk berbagi ilmu yang sedikit ini bagi teman-teman yang ingin menjajal dunia pemasaran. Hal ini penulis lihat dari rubrik Klasika Kompas yang berisi lowongan kerja yang banyak sekali menuliskan lowongan Management Trainee ataupun tenaga pemasaran. Walaupun pada entry level, hal-hal berikut sangat berbeda, namun jika prinsip-prinsip diatas sudah terpatri dalam prinsip, hal-hal ini yang bisa mengantar kita sukses di tingkat yang lebih tinggi. Jadi, walaupun materi majalah ini lebih cocok untuk para manajer, namun apa salahnya jika kita tahu duluan? Hal ini pula yang disadari penulis, karena lowongan pemasaran inilah salah satu lowongan yang dapat dijajal lulusan matematika (karena mencantumkan “untuk semua jurusan”). Karena tidak semua lulusan matematika bekerja dibidang matematika. Jadi, siapkah menerima tantangan menjadi pemasar?
Blog ini adalah cuplikan kisah sehari2 yang sempat tertulis. Demikian pula dengan beberapa pemikiran ataupun "ilham" yang menyambangi...
08 Januari 2009
03 Januari 2009
Comment for an article..
here is a comment for
a friend's article
Have u seen a programme "Vue du ciel"?
In one occasion, they told us the story about the scarcity of water especially in the middle east as it lies a lot of desserts. But, it is amazing to found out that there were ruins found in one of their desserts. It is said that it is the ruins of a city. A merchant city(city of trading) to be exact. And due to its scarcity for water, they made a policy to use it wisely together, free of charge. Imagine, suppose you have to share your water for other people to take a bath, feed their sheeps, and for wudhu in such places. It is very contrast to Jordan.
In jordan, people have to buy and queue for water. Especially in summer, as the temperature may reach 40 deg Celcius. To overcome such scarcity, the government tried to get water from one of the the river's branch of Jordan river. It implies in the decreasing water level of The Dead SEa..
It is also given that we only use at about 3% of earth's water. Then , Where is the other 97%? such percentage is summarized by the the reserved water into iceberg, oceans, and cave water..
In france, It means "SCenery from the sky(above)"
a friend's article
Have u seen a programme "Vue du ciel"?
In one occasion, they told us the story about the scarcity of water especially in the middle east as it lies a lot of desserts. But, it is amazing to found out that there were ruins found in one of their desserts. It is said that it is the ruins of a city. A merchant city(city of trading) to be exact. And due to its scarcity for water, they made a policy to use it wisely together, free of charge. Imagine, suppose you have to share your water for other people to take a bath, feed their sheeps, and for wudhu in such places. It is very contrast to Jordan.
In jordan, people have to buy and queue for water. Especially in summer, as the temperature may reach 40 deg Celcius. To overcome such scarcity, the government tried to get water from one of the the river's branch of Jordan river. It implies in the decreasing water level of The Dead SEa..
It is also given that we only use at about 3% of earth's water. Then , Where is the other 97%? such percentage is summarized by the the reserved water into iceberg, oceans, and cave water..
In france, It means "SCenery from the sky(above)"
16 Desember 2008
Makrab KPMB 2008
Asw.
Selamat malam dunia. Eka baru saja pulang dari acara Malam Keakraban Mahasiswa Balikpapan 2008 yang diadakan Camping LAwu REsort, Tawangmangu pada 13-14 Desember 2008. Acara 1 malam 2 hari itu diadakan oleh Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Balikpapan. Dengan tema "Fun for Survive", acara ini bertujuan untuk mengakrabkan para mahasiswa Balikpapan melalui serangkaian permainan yang menyenangkan di alam bebas.
Hari pertama dilalui dengan penuh penantian bus dari jam12 sampai jam2. Menurut saya, ini adalah strategi panitia untuk mengantisipasi peserta yang datang molor sehingga acara tidak tambah molor. Sambil menunggu bus, kami sedikit berkenalan sambil menonton siaran Toyota Cup. Ketika bus datang, tidak langsung serta merta pemberangkatan dimulai. HArus ada sedikit waktu yang tersita untuk memberikan kesempatan peserta untuk mempersiapkan perlengkapannya menuju bus. Ada 30 menit kami menunggu bus sampai penuh dengan keadaan yang panas (semi sauna). Tapi akhirnya kami bisa berangkat tanpa harus "terapi sauna" yang lebih lama.
Perjalanan sekitar 3 jam diwarnai dengan cuaca cerah diselingi hujan yang terkadang deras. Dan dengan racauan siaran radio asal solo/Klaten yang memuakkan.
Kami sampai di kawasan perkemahan ketika matahari meninggalkan berkas suryanya yang terlihat memerah semu layaknya pipi seorang gadis yang malu2 meninggalkan para pejuang nan gagah..
Tanpa ba-bi-bu lagi, kami segera menempati tenda yang telah disiapkan panitia. Namun, begitu melangkahkan kaki menuju musholla mini nan gelap, kami mendapati pemandangan kerlap kerlip Solo kala malam. Indah. Namun kehidupan didalamnya tidak selalu seindah pancar kerlip lampu malam hari dari pegunungan.
Kira2 jam8 malam, setelah makan malam, pembagian kelompok dan pertunjukan yelyel dengan muka tebal, kami akhirnya menikmati makan malam berupa ayam bakar. Impor dari Jogja, tapi karena banyak acara sebelum makan malam, salah satu hidangan tak dapat dinikmati. Sembari menikmati makan malam, kami disuguhi perkenalan panitia dan KPMB. Ide ini mungkin tercetus dari cara lobi para pejabat yang biasanya dilakukan sambil makan malam.. :-).
Setelah menyelesaiakan makan malam, kami mengira sudah tiba waktunya tidur karena hawa dingin, perut kenyang dan pegal perjalanan merupakan kombinasi sempurna untuk tidur. Namun kesempurnaan itu ditunda oleh Ekspresi didepan api unggun. Masing2 kelompok memberikan persembahan bagi teman2nya. Yang paling gampang dan cepat ya menyanyi diiringi petikan gitar. Setiap kelompok memecah hening dengan tepuk tangan dan hebohnya persembahan masing2. Akhirnya, jam11 kita (mencoba) tidur.
Sekedar mencoba tidur pun agak sulit. Ada yang bisa tidur dalam "Perfect silence", kesunyian yang sempurna. Keheningan yang diiringi orkestra jangkrik2. Ada yang membuat orkestra ngorok. Ada yang mengobrol2, merokok dan bermain gitar dulu. Kalau yang wanita, apakah mereka menyempatkan untuk berhias menjelang tidur dibumbui dengan obrolan khas wanita? Ada yang persiapan tidurnya macam mau berangkat perang. Tameng hawa dingin menghiasi dari kepala sampai ujung kaki seperti : kupluk, syal 5 lilit, jaket tebal, kaos tangan, kaus kaki 3 lapis, sarung dengan dalaman celana panjang. Tapi, satu hal yang pasti, saya bisa pastikan hampir semua manusia didalam kemah tidur meringkuk..
Subuh dijalankan dengan tubuh menggigil. Belum tebal kabut yang menggelayuti tebing. Mentari pun pelan2 membangunkan penghuni bumi yang peduli padanya. Memberikannya senyum ala pagi hari. Bahagia sekali.
Kebahagiaan ini dilanjutkan dengan hiking menyusuri sawah dan tebing menuju Air Terjun Grojokan Sewu(maaf jika salah redaksi). Perjalanan yang memakan waktu kira2 40 menit ini diwarnai dengan sapa hangat petani setempat. Dan licinnya medan yang menurun. Sesampainya disana, yang ditakutkan akan diwajibkannya membawa baju ganti pun terbukti. Kami bermain permainan yang menyebabkan kami harus basah kuyup. Ada yang sampai gemetaran seluruh tubuh. Selama permainan, kami sempat mencoba menyapa para monyet yang berburu makanan( dalam kasus ini satenya pak penjual sate ayam). Kegiatan sapa-menyapa saudara sangat-jauh-sekali lain bapak-ibu ini harus berhenti karena lemparan sapu pak penjual sate ayam yang lebih mirip atlet lempar lembing. Tak ada jatuh korban jiwa dari peristiwa ini.
Permainan ini rupanya menyita waktu dan stamina karena medan yang ditempuh menanjak. Kaki gemetar, perut keroncongan, badan menggigil dan rangkaian ranjau tak bertuan yang di-deploy(sebar) si kuda tak membuat kami gentar untuk mengejar sarapan yang dijanjikan panitia.
Waktu menunjukkan pukul 10 ketika kami selesai mandi. Menyongsong sarapan yang berupa nasi goreng dan teh hangat. Dan kebanyakan pria menuntaskan dendamnya pada sesi ini. Dilaporkan tak ada piring yang mampu menahan porsi kuli para pria. Bahkan dua orang dengan terang2an menambah porsi sarapan mereka. Salah satunya ya saya sendiri..
Dan inilah waktu outbound. Karena hiking telah menyita stamina dan konsentrasi peserta, panitia menyiapkan outbond berupa pos-pos yang disebar sekitar kawasan kemah kami. Untuk meramaikan suasana, para panitia yang tidak bertugas dengan suka rela menyumbangkan suara. Beberapa bisa dikatakan sumbang.
Puncak outbound adalah lomba estafet bakiak. Namun, acara ini akhirnya dibatalkan dikarenakan bakiaknya rusak oleh tenaga kuli peserta. Efek sarapan ala kuli, mungkin.
Sekitar pukul 12 kami makan lagi. He. Kali ini sup ayam. Enak dan hangat. Sobat kental untuk melawan cuaca dingin Lawu. Kombinasi sempurna untuk tidur sekali lagi menggoda kami untuk segera menuju tenda.
Akhirnya panitia memberikan kesempatan untuk evaluasi. Namun, acara evaluasi dan pengumuman pemenang pelbagai permainan harus bubar karena hujan deras tiba-tiba mendera perkemahan. Berlindung dalam kemah, kami menunggu hujan agak reda untuk kemudian menyerbu bus yang telah menanti untuk mengantarkan pulang.
Seakan Lawu belum merestui keinginan kami untuk angkat kaki darinya, kami akhirnya pulang diiringi hujan lebat. Seperti yang telah diprediksi sebelumnya, kebanyakan peserta mengisi perjalannnya dengan mencicil jatah tidur yang tertunggak. Untungnya kota jogja diberikan cuaca cerah. Acara kepulangan sepertinya berjalan lancar.
Semoga oleh2 berupa kartu nama teman2 bisa berguna di masa depan. Kalau kebetulan teman2 makrab membaca ini, jangan lupa untuk memberikan komentarnya. Yang merasa haknya untuk di tidak dipublikasikan dalam artikel ini saya langgar, mohon kirim pemberitahuan ke : ebonz_krenzy@yahoo.com. Terimakasih.
Selamat malam dunia. Eka baru saja pulang dari acara Malam Keakraban Mahasiswa Balikpapan 2008 yang diadakan Camping LAwu REsort, Tawangmangu pada 13-14 Desember 2008. Acara 1 malam 2 hari itu diadakan oleh Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Balikpapan. Dengan tema "Fun for Survive", acara ini bertujuan untuk mengakrabkan para mahasiswa Balikpapan melalui serangkaian permainan yang menyenangkan di alam bebas.
Hari pertama dilalui dengan penuh penantian bus dari jam12 sampai jam2. Menurut saya, ini adalah strategi panitia untuk mengantisipasi peserta yang datang molor sehingga acara tidak tambah molor. Sambil menunggu bus, kami sedikit berkenalan sambil menonton siaran Toyota Cup. Ketika bus datang, tidak langsung serta merta pemberangkatan dimulai. HArus ada sedikit waktu yang tersita untuk memberikan kesempatan peserta untuk mempersiapkan perlengkapannya menuju bus. Ada 30 menit kami menunggu bus sampai penuh dengan keadaan yang panas (semi sauna). Tapi akhirnya kami bisa berangkat tanpa harus "terapi sauna" yang lebih lama.
Perjalanan sekitar 3 jam diwarnai dengan cuaca cerah diselingi hujan yang terkadang deras. Dan dengan racauan siaran radio asal solo/Klaten yang memuakkan.
Kami sampai di kawasan perkemahan ketika matahari meninggalkan berkas suryanya yang terlihat memerah semu layaknya pipi seorang gadis yang malu2 meninggalkan para pejuang nan gagah..
Tanpa ba-bi-bu lagi, kami segera menempati tenda yang telah disiapkan panitia. Namun, begitu melangkahkan kaki menuju musholla mini nan gelap, kami mendapati pemandangan kerlap kerlip Solo kala malam. Indah. Namun kehidupan didalamnya tidak selalu seindah pancar kerlip lampu malam hari dari pegunungan.
Kira2 jam8 malam, setelah makan malam, pembagian kelompok dan pertunjukan yelyel dengan muka tebal, kami akhirnya menikmati makan malam berupa ayam bakar. Impor dari Jogja, tapi karena banyak acara sebelum makan malam, salah satu hidangan tak dapat dinikmati. Sembari menikmati makan malam, kami disuguhi perkenalan panitia dan KPMB. Ide ini mungkin tercetus dari cara lobi para pejabat yang biasanya dilakukan sambil makan malam.. :-).
Setelah menyelesaiakan makan malam, kami mengira sudah tiba waktunya tidur karena hawa dingin, perut kenyang dan pegal perjalanan merupakan kombinasi sempurna untuk tidur. Namun kesempurnaan itu ditunda oleh Ekspresi didepan api unggun. Masing2 kelompok memberikan persembahan bagi teman2nya. Yang paling gampang dan cepat ya menyanyi diiringi petikan gitar. Setiap kelompok memecah hening dengan tepuk tangan dan hebohnya persembahan masing2. Akhirnya, jam11 kita (mencoba) tidur.
Sekedar mencoba tidur pun agak sulit. Ada yang bisa tidur dalam "Perfect silence", kesunyian yang sempurna. Keheningan yang diiringi orkestra jangkrik2. Ada yang membuat orkestra ngorok. Ada yang mengobrol2, merokok dan bermain gitar dulu. Kalau yang wanita, apakah mereka menyempatkan untuk berhias menjelang tidur dibumbui dengan obrolan khas wanita? Ada yang persiapan tidurnya macam mau berangkat perang. Tameng hawa dingin menghiasi dari kepala sampai ujung kaki seperti : kupluk, syal 5 lilit, jaket tebal, kaos tangan, kaus kaki 3 lapis, sarung dengan dalaman celana panjang. Tapi, satu hal yang pasti, saya bisa pastikan hampir semua manusia didalam kemah tidur meringkuk..
Subuh dijalankan dengan tubuh menggigil. Belum tebal kabut yang menggelayuti tebing. Mentari pun pelan2 membangunkan penghuni bumi yang peduli padanya. Memberikannya senyum ala pagi hari. Bahagia sekali.
Kebahagiaan ini dilanjutkan dengan hiking menyusuri sawah dan tebing menuju Air Terjun Grojokan Sewu(maaf jika salah redaksi). Perjalanan yang memakan waktu kira2 40 menit ini diwarnai dengan sapa hangat petani setempat. Dan licinnya medan yang menurun. Sesampainya disana, yang ditakutkan akan diwajibkannya membawa baju ganti pun terbukti. Kami bermain permainan yang menyebabkan kami harus basah kuyup. Ada yang sampai gemetaran seluruh tubuh. Selama permainan, kami sempat mencoba menyapa para monyet yang berburu makanan( dalam kasus ini satenya pak penjual sate ayam). Kegiatan sapa-menyapa saudara sangat-jauh-sekali lain bapak-ibu ini harus berhenti karena lemparan sapu pak penjual sate ayam yang lebih mirip atlet lempar lembing. Tak ada jatuh korban jiwa dari peristiwa ini.
Permainan ini rupanya menyita waktu dan stamina karena medan yang ditempuh menanjak. Kaki gemetar, perut keroncongan, badan menggigil dan rangkaian ranjau tak bertuan yang di-deploy(sebar) si kuda tak membuat kami gentar untuk mengejar sarapan yang dijanjikan panitia.
Waktu menunjukkan pukul 10 ketika kami selesai mandi. Menyongsong sarapan yang berupa nasi goreng dan teh hangat. Dan kebanyakan pria menuntaskan dendamnya pada sesi ini. Dilaporkan tak ada piring yang mampu menahan porsi kuli para pria. Bahkan dua orang dengan terang2an menambah porsi sarapan mereka. Salah satunya ya saya sendiri..
Dan inilah waktu outbound. Karena hiking telah menyita stamina dan konsentrasi peserta, panitia menyiapkan outbond berupa pos-pos yang disebar sekitar kawasan kemah kami. Untuk meramaikan suasana, para panitia yang tidak bertugas dengan suka rela menyumbangkan suara. Beberapa bisa dikatakan sumbang.
Puncak outbound adalah lomba estafet bakiak. Namun, acara ini akhirnya dibatalkan dikarenakan bakiaknya rusak oleh tenaga kuli peserta. Efek sarapan ala kuli, mungkin.
Sekitar pukul 12 kami makan lagi. He. Kali ini sup ayam. Enak dan hangat. Sobat kental untuk melawan cuaca dingin Lawu. Kombinasi sempurna untuk tidur sekali lagi menggoda kami untuk segera menuju tenda.
Akhirnya panitia memberikan kesempatan untuk evaluasi. Namun, acara evaluasi dan pengumuman pemenang pelbagai permainan harus bubar karena hujan deras tiba-tiba mendera perkemahan. Berlindung dalam kemah, kami menunggu hujan agak reda untuk kemudian menyerbu bus yang telah menanti untuk mengantarkan pulang.
Seakan Lawu belum merestui keinginan kami untuk angkat kaki darinya, kami akhirnya pulang diiringi hujan lebat. Seperti yang telah diprediksi sebelumnya, kebanyakan peserta mengisi perjalannnya dengan mencicil jatah tidur yang tertunggak. Untungnya kota jogja diberikan cuaca cerah. Acara kepulangan sepertinya berjalan lancar.
Semoga oleh2 berupa kartu nama teman2 bisa berguna di masa depan. Kalau kebetulan teman2 makrab membaca ini, jangan lupa untuk memberikan komentarnya. Yang merasa haknya untuk di tidak dipublikasikan dalam artikel ini saya langgar, mohon kirim pemberitahuan ke : ebonz_krenzy@yahoo.com.
Label:
balikpapan,
jalan2.,
lawu,
Makrab KPMB 2008,
tawangmangu
Lagi narsis seklaigus berkaca pada diri sendiri
anyway,
aku mau coba bikin entri yang agak narsis.
Eka has the following properties :
· Punya kemampuan bahasa Inggris yang lumayan baik
· Punya banyak bidang ketertarikan, tergantung mood. cth : programming, matematika, penguasaan bahasa asing, baca novel, koleksi buku ato stationery, update pengetahuan hardware komputer and gadgets, pernah kepikiran bikin buku, pernah kepikiran untuk jadi fotografer, masak, beres2 rumah, makan
· Baik banget sama orang, kadang terlalu baik. Alasannya, karena tidak mau melihat orang kecewa dan senang melihat kebanggaan orang padanya.
· Suka menolong, karena ucapan terimakasih dan perasaan membantu orang lain sangat berarti dan membahagiakannya.
· Suka pemaaf, karena prinsipnya adalah apa yang kamu lakukan untuk orang lain akan kembali padamu. Jadi, kalo dia ada salah, dia bisa beranggapan bahwa akan diperoleh maaf juga. Toleransi lumayan tinggi.
· Pernah dibilang sebagai orang yang selalu berpikiran positif dan menyemangati orang.
· Pernah dibilang sebagai orang yang mempunyai bakat yang membuatnya bisa belajar bahasa baru dan matematika pada saat yang bersamaan. Bisa cepat belajar bahasa baru karena mudah meniru orang tanpa harus bertanya "kenapa begini-begitu". Bisa belajar matematika dengan susah payah, karena ada space untuk berpikir secara terstruktur.
· Paling senang membuat keluarga bahagia dan bangga padanya. Terutama orangtua. Ia akan melakukan apapun yang bisa membuat orangtuanya bahagia.
· Sangat membanggakan orangtuanya.
· Bisa menerima orang lain apa adanya. Terutama yang dikasihi dan disayanginya(keluarga, teman dan tentu saja pacar).
· Berdedikasi.
· Konvensional, masih menjunjung norma2 lama.
· Suka macem2 musik. Biasanya sih yang ngehits, atauminimal disenengin temennya. Lagu daerah juga seneng lo. Kan bahasanya aneh2 tu.:-p
· Ikut senang jika orang lain senang.
· Jujur. Malah dibilang terlalu jujur sama teman2 KKN. Terkadang agak idealistis. Karena ia juga tidak mau dibohongi.
· Hampir tidak pernah marah, karena ia juga tak mau dimarahi.
· Nostalgic, suka mengenang kejadian masa lampau. Sedih senang dibawa bahagia olehnya.
· Mencoba untuk mengerjakan sesuatu hal secara mandiri. Bekerja sama dengan orang lain dilakukan jika bermanfaat. Jika hanya merepotkan, lain lagi ceritanya. Lagi pula, ia merasa tidak enak merepotkan orang lain.
· Ga enakan.
Tapi, eka juga :
· Orangnya inkonsisten. Ga bisa mengerjakan proyek jangka panjang.
· Minder dan Paranoid pada hal2 baru.
· Malas melakukan hal2 yang dianggapnya terlalu besar, seperti membantu korban bencana, penggalangan dana.
· Agak malas dengan isu2 sosial, politik dan humaniora. Karena pasti ia berkesimpulan bahwa solusi yang ideal menurutnya adalah ketika semua orang berpikiran sama dan melakukannya dalam hal yang sama pula. kemungkinan hal ini terjadi,menurutnya, bisa dibilang mendekati nol.
· Masih berlaku dengan try-and-error.
· Karena bergantung pada kebahagiaan orang lain, pencapaian2nya pun tergantung orang. Ekspektasi orang terhadapnya bisa bikin down.
· Belum punya cita2 khusus, Apalagi standar kesuksesan pribadi. Sejauh ini masih untuk membahagiakan keluarga.Terlalu luas nampaknya.
· Kalau mengecewakan orang, biasanya ia kapok dan jadi minder terhadap orang yang dikecewakannya tsb. Kadang jadi depresi, kadang malah seperti punya hutang yang takkan terbayar pada orang tsb. Rawan diperalat orang.
· Terlalu banyak keingintahuan dan keinginan, tapi untuk mendalaminya tidak mungkin dilakukan semua. Saat ini belum ada prioritas.
· Masih ingin membahagiakan semua pihak. Walaupun pihak2 tsb saling berseberangan. Biasanya sih kemudian mengorbankan diri sendiri demi pihak2 tersebut. Terkadang ia pun tak keberatan melakukannya. Sukarela, agar sama2 senang.
· Dedikasinya kadang didasari pada kepentingan yang menyangkut dirinya dan pertanyaan apakah dedikasinya itu akan bemanfaat.
· Kurang suka musik campursari, heavy metal(nyanyi kok teriak2 mulu!), dangdut, keroncong.
· Terkadang berbohong juga, jika untuk orang lain.
· Tidak pernah menampakkan mood asli. Mood bisa berubah didepan orang lain. Kecuali pas bingung banget, Pas itu malah keliatan bgt tu.
· Kadang dikira sombong, karena kadang tidak mau dibantu orang lain.
. Suka belanja, tapi ga suka ngemil makanan ringan(apalgi sendirian). NB: yang namanya ngemil itu masakan padang lah!he3x..rakus.
ADa yang anda pandang salah?
give ur comment!
aku mau coba bikin entri yang agak narsis.
Eka has the following properties :
· Punya kemampuan bahasa Inggris yang lumayan baik
· Punya banyak bidang ketertarikan, tergantung mood. cth : programming, matematika, penguasaan bahasa asing, baca novel, koleksi buku ato stationery, update pengetahuan hardware komputer and gadgets, pernah kepikiran bikin buku, pernah kepikiran untuk jadi fotografer, masak, beres2 rumah, makan
· Baik banget sama orang, kadang terlalu baik. Alasannya, karena tidak mau melihat orang kecewa dan senang melihat kebanggaan orang padanya.
· Suka menolong, karena ucapan terimakasih dan perasaan membantu orang lain sangat berarti dan membahagiakannya.
· Suka pemaaf, karena prinsipnya adalah apa yang kamu lakukan untuk orang lain akan kembali padamu. Jadi, kalo dia ada salah, dia bisa beranggapan bahwa akan diperoleh maaf juga. Toleransi lumayan tinggi.
· Pernah dibilang sebagai orang yang selalu berpikiran positif dan menyemangati orang.
· Pernah dibilang sebagai orang yang mempunyai bakat yang membuatnya bisa belajar bahasa baru dan matematika pada saat yang bersamaan. Bisa cepat belajar bahasa baru karena mudah meniru orang tanpa harus bertanya "kenapa begini-begitu". Bisa belajar matematika dengan susah payah, karena ada space untuk berpikir secara terstruktur.
· Paling senang membuat keluarga bahagia dan bangga padanya. Terutama orangtua. Ia akan melakukan apapun yang bisa membuat orangtuanya bahagia.
· Sangat membanggakan orangtuanya.
· Bisa menerima orang lain apa adanya. Terutama yang dikasihi dan disayanginya(keluarga, teman dan tentu saja pacar).
· Berdedikasi.
· Konvensional, masih menjunjung norma2 lama.
· Suka macem2 musik. Biasanya sih yang ngehits, atauminimal disenengin temennya. Lagu daerah juga seneng lo. Kan bahasanya aneh2 tu.:-p
· Ikut senang jika orang lain senang.
· Jujur. Malah dibilang terlalu jujur sama teman2 KKN. Terkadang agak idealistis. Karena ia juga tidak mau dibohongi.
· Hampir tidak pernah marah, karena ia juga tak mau dimarahi.
· Nostalgic, suka mengenang kejadian masa lampau. Sedih senang dibawa bahagia olehnya.
· Mencoba untuk mengerjakan sesuatu hal secara mandiri. Bekerja sama dengan orang lain dilakukan jika bermanfaat. Jika hanya merepotkan, lain lagi ceritanya. Lagi pula, ia merasa tidak enak merepotkan orang lain.
· Ga enakan.
Tapi, eka juga :
· Orangnya inkonsisten. Ga bisa mengerjakan proyek jangka panjang.
· Minder dan Paranoid pada hal2 baru.
· Malas melakukan hal2 yang dianggapnya terlalu besar, seperti membantu korban bencana, penggalangan dana.
· Agak malas dengan isu2 sosial, politik dan humaniora. Karena pasti ia berkesimpulan bahwa solusi yang ideal menurutnya adalah ketika semua orang berpikiran sama dan melakukannya dalam hal yang sama pula. kemungkinan hal ini terjadi,menurutnya, bisa dibilang mendekati nol.
· Masih berlaku dengan try-and-error.
· Karena bergantung pada kebahagiaan orang lain, pencapaian2nya pun tergantung orang. Ekspektasi orang terhadapnya bisa bikin down.
· Belum punya cita2 khusus, Apalagi standar kesuksesan pribadi. Sejauh ini masih untuk membahagiakan keluarga.Terlalu luas nampaknya.
· Kalau mengecewakan orang, biasanya ia kapok dan jadi minder terhadap orang yang dikecewakannya tsb. Kadang jadi depresi, kadang malah seperti punya hutang yang takkan terbayar pada orang tsb. Rawan diperalat orang.
· Terlalu banyak keingintahuan dan keinginan, tapi untuk mendalaminya tidak mungkin dilakukan semua. Saat ini belum ada prioritas.
· Masih ingin membahagiakan semua pihak. Walaupun pihak2 tsb saling berseberangan. Biasanya sih kemudian mengorbankan diri sendiri demi pihak2 tersebut. Terkadang ia pun tak keberatan melakukannya. Sukarela, agar sama2 senang.
· Dedikasinya kadang didasari pada kepentingan yang menyangkut dirinya dan pertanyaan apakah dedikasinya itu akan bemanfaat.
· Kurang suka musik campursari, heavy metal(nyanyi kok teriak2 mulu!), dangdut, keroncong.
· Terkadang berbohong juga, jika untuk orang lain.
· Tidak pernah menampakkan mood asli. Mood bisa berubah didepan orang lain. Kecuali pas bingung banget, Pas itu malah keliatan bgt tu.
· Kadang dikira sombong, karena kadang tidak mau dibantu orang lain.
. Suka belanja, tapi ga suka ngemil makanan ringan(apalgi sendirian). NB: yang namanya ngemil itu masakan padang lah!he3x..rakus.
ADa yang anda pandang salah?
give ur comment!
13 November 2008
Resensi Rumah Tumbuh
Selamat pagi dunia.
Setelah berjemur matahari pagi untuk memanaskan mesin dalam diri ini untuk berproduksi kembali yang dimulai dengan memberikan resensi dari sebuah novel mini. dekat dengan Chicklit lah.
Judul novel ini adalah Rumah Tumbuh. Buku ini dibeli secara obralan Gramedia oleh fitrah yang dititipkan padaku. Baru tertarik membacanya setelah semalam bergulat dengan kesuntukan dan kemalasan diri. Novel ini ditulis oleh farah Hidayati, Juara sayembara mengarang novel remaja kerjasama Grasindo dengan Ranesi 2005.
Novel ini bercerita tentang Ghifari dan Alysa, 2 orang siswa SMA berusia 16tahun. Seluruh isi novel ini adalah cerita dari sudut pandang kedua tokoh utamanya. Setting cerita berada di Banjarmasin (yang disisipi ciri khasnya, tentunya) sekitar tahun 2000-2002.
Ghifa adalah anak lembut, penuh detail, berasal dari keluarga sederhana cinta daerah sungai yang pindah dari kawasan pinggiran kota karena fitnah dari lingkungan sekitarnya, sedangkan Alysa, ketua klub mading disekolahnya adalah anak orang berada yang idealis, ambisius untyuk membuktikan diri sendiri bahwa dia bukan seseorang yang sia-sia seperti yang dirasakan dalam keluarganya. Dua tokoh yang berbeda karakter ini dipertemukan sebagai dua orang yang saling sengit karena berbeda latar belakang dan pemikiran ini perlahan-lahan disatukan oleh kejadian-kejadian dalam klub mading.
Ditambah dengan keseharian mereka yang lambat laun mulai merasa membutuhkan satu sama lain. Ghifa yang sedang mencoba meninggalkan masa lalu terhadap seorang gadis desa yang mengecewakannya menemukan Alysa. Ia pada awalnya merasa heran karena selalu bisa awas akan keberadaan Alysa disekitarnya. Alysa menemukan warna unik dari Ghifa dan mulai untuk memikirkannya terus-menerus.
Konflik terjadi karena kehancuran Alysa terhadap kebanggaan ayahnya dan rumah yang diarsitekinya karena Ayahnya tersandung skandal kolusi. Sedangkan ghifa merasa rendah membandingkan dirinya dengan Josi, pacar Alysa di Amerika yang berada, tinggi, dan serba lebih dari Ghifa. Terlebih karena statusnya sebagai pacar Alysa membuatnya sadar bahwa Ghifa yang hanya dekat dengan Alysa tidak memberi kemungkinan untuk memiliki Alysa.
Akhir cerita ini ditutup dengan happy ending yang menggantung, yaitu ketika Alysa yang masih remuk karena skandal ayahnya dibawa Ghifa menonton konser Gigi, grup musik kesukaan alysa. Disitu hanya digambarkan Ghifa membiarkan Alysa menikmati konser dengan tangan Alysa melingkar dipinggang Ghifa sambil bersandar pada bahunya. (%maaf ya susunan katanya. Kritik perbaikan diharapkan.).
Walaupun novel ini diobral, tapi saya kagum dengan kejelian fitrah dalam memilih novel. Berpengalaman sebelumnya membeli novel "Luna" yang merupakan tulisan yang memenangi sebuah sayembara. Rumah Tumbuh merupakan novel ringan yang easy-going. Enak dibaca di waktu senggang dan tidak memerlukan imajinasi tinggi. Penyusunan kalimatnya pun cerdik. Tak bosan 1 jam membacanya. Alur ini membawa pembaca dalam masa SMA yang naif, lugu, menggebu sehingga nuansa romantis pun menggelora menggelayuti imaji. (%tak seperti resensi ini...).
Buku ini dapat menyegarkan pikiran dengan semangat yang diadaptasi dari semangat remaja SMA yang menggebu. Namun, untuk beberapa hal, tentu kita yang agak dewasa bisa memilah pengaruh dari buku ini. Buku ini pun bisa dijadikan alat untuk mengingat kembalui masa remaja kita. Betapa lucunya kita saat itu. Namun, semangat, cita-cita dan kerja kerja kita tentu tidak boleh pudar karena usia!
unofficial note : buat teman-teman yang sedang kebelet nikah, hati-hati membacanya. Dalam buku, terdapat sedikit bagian yang menyinggung tentang keinginan dan cita-cita untuk menikah. Bahkan sedikit bayangan ketika menikah nanti. So Romantic. Remaja 16thn pun berpikiran sejauh itu toh?he3x..
Setelah berjemur matahari pagi untuk memanaskan mesin dalam diri ini untuk berproduksi kembali yang dimulai dengan memberikan resensi dari sebuah novel mini. dekat dengan Chicklit lah.
Judul novel ini adalah Rumah Tumbuh. Buku ini dibeli secara obralan Gramedia oleh fitrah yang dititipkan padaku. Baru tertarik membacanya setelah semalam bergulat dengan kesuntukan dan kemalasan diri. Novel ini ditulis oleh farah Hidayati, Juara sayembara mengarang novel remaja kerjasama Grasindo dengan Ranesi 2005.
Novel ini bercerita tentang Ghifari dan Alysa, 2 orang siswa SMA berusia 16tahun. Seluruh isi novel ini adalah cerita dari sudut pandang kedua tokoh utamanya. Setting cerita berada di Banjarmasin (yang disisipi ciri khasnya, tentunya) sekitar tahun 2000-2002.
Ghifa adalah anak lembut, penuh detail, berasal dari keluarga sederhana cinta daerah sungai yang pindah dari kawasan pinggiran kota karena fitnah dari lingkungan sekitarnya, sedangkan Alysa, ketua klub mading disekolahnya adalah anak orang berada yang idealis, ambisius untyuk membuktikan diri sendiri bahwa dia bukan seseorang yang sia-sia seperti yang dirasakan dalam keluarganya. Dua tokoh yang berbeda karakter ini dipertemukan sebagai dua orang yang saling sengit karena berbeda latar belakang dan pemikiran ini perlahan-lahan disatukan oleh kejadian-kejadian dalam klub mading.
Ditambah dengan keseharian mereka yang lambat laun mulai merasa membutuhkan satu sama lain. Ghifa yang sedang mencoba meninggalkan masa lalu terhadap seorang gadis desa yang mengecewakannya menemukan Alysa. Ia pada awalnya merasa heran karena selalu bisa awas akan keberadaan Alysa disekitarnya. Alysa menemukan warna unik dari Ghifa dan mulai untuk memikirkannya terus-menerus.
Konflik terjadi karena kehancuran Alysa terhadap kebanggaan ayahnya dan rumah yang diarsitekinya karena Ayahnya tersandung skandal kolusi. Sedangkan ghifa merasa rendah membandingkan dirinya dengan Josi, pacar Alysa di Amerika yang berada, tinggi, dan serba lebih dari Ghifa. Terlebih karena statusnya sebagai pacar Alysa membuatnya sadar bahwa Ghifa yang hanya dekat dengan Alysa tidak memberi kemungkinan untuk memiliki Alysa.
Akhir cerita ini ditutup dengan happy ending yang menggantung, yaitu ketika Alysa yang masih remuk karena skandal ayahnya dibawa Ghifa menonton konser Gigi, grup musik kesukaan alysa. Disitu hanya digambarkan Ghifa membiarkan Alysa menikmati konser dengan tangan Alysa melingkar dipinggang Ghifa sambil bersandar pada bahunya. (%maaf ya susunan katanya. Kritik perbaikan diharapkan.).
Walaupun novel ini diobral, tapi saya kagum dengan kejelian fitrah dalam memilih novel. Berpengalaman sebelumnya membeli novel "Luna" yang merupakan tulisan yang memenangi sebuah sayembara. Rumah Tumbuh merupakan novel ringan yang easy-going. Enak dibaca di waktu senggang dan tidak memerlukan imajinasi tinggi. Penyusunan kalimatnya pun cerdik. Tak bosan 1 jam membacanya. Alur ini membawa pembaca dalam masa SMA yang naif, lugu, menggebu sehingga nuansa romantis pun menggelora menggelayuti imaji. (%tak seperti resensi ini...).
Buku ini dapat menyegarkan pikiran dengan semangat yang diadaptasi dari semangat remaja SMA yang menggebu. Namun, untuk beberapa hal, tentu kita yang agak dewasa bisa memilah pengaruh dari buku ini. Buku ini pun bisa dijadikan alat untuk mengingat kembalui masa remaja kita. Betapa lucunya kita saat itu. Namun, semangat, cita-cita dan kerja kerja kita tentu tidak boleh pudar karena usia!
unofficial note : buat teman-teman yang sedang kebelet nikah, hati-hati membacanya. Dalam buku, terdapat sedikit bagian yang menyinggung tentang keinginan dan cita-cita untuk menikah. Bahkan sedikit bayangan ketika menikah nanti. So Romantic. Remaja 16thn pun berpikiran sejauh itu toh?he3x..
Langganan:
Postingan (Atom)